Postingan

TEOLOGI AL-MA'UUN SEBAGAI PONDASI INKLUSIFITAS PENDD MUHAMMADIYAH

  TEOLOGI AL-MA’UUN SEBAGAI PONDASI INKLUSIFITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH   Oleh Noor Chozin Agham [1]                 Istilah teologi al-Ma’un, secara etimologis di Muhammadiyah, kemunculannya tidak bersamaan; al-Ma’un adalah nama salah satu surat (ke-107) dari 114 nama surat dalam al-Qur’an, yang muncul dalam nomenklatur Kemuhammadiyahaan membersamai masa kelahiran Muhammadiyah, sedangkan istilah “teologi”-nya mucul belakangan hingga menjadi “teologi Muhammadiyah” [2] lalu muncul lagi (bercabang) menjadi “teologi al-Ma’un   yang menjadi kajian utama dalam penulisan penting ini. Jadi, bagi Muhammadiyah, teologi al-Ma’un bukan sekedar sebagai pondasi inklusifitas pendidikan Muhammadiyah, melainkan juga sebagai pondasi pendirian Persyarikatan Muhammadiyah, karena memang – sebagaimana diketahui   bahwa Muhammadiyah berdiri dari dan oleh kependidikan yang dipraktekkan oleh KHA Dahlan. Dalam kes...

FILSAFAT PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH - BERCORAK HOLISTIK

    FILSAFAT PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH YANG BERCORAK HOLISTIK   Oleh Noor Chozin Agham Anggota Madikdasmen PNF PP Muhammadiyah, dosen UHAMKA dan UMT Indonesia             Secara idealita, filsafat pendidikan yang dianut dan dikembangkan oleh lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah, adalah filsafat yang berdasarkan agama Islam. Dalam kaitan ini, berarti filsafat pendidikan Muhammadiyah adalah filsafat pendidikan Islam. Oleh karena itu, untuk merumuskan filsafat pendidikan Muhammadiyah, perlu menelusuri konsep dasar filsafat pendidikan Islam yang digagas oleh para pemikir maupun praktisi pendidikan Islam.             Muhammad Labib al-Najihi sebagaimana dikutip oleh Omar Muhammad al-Toumy al-Syaiabni memahami filsafat pendidikan sebagai aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat itu sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan pro...

SEJARAH TEOLOGI ATAU AKIDAH DALAM ISLAM

  SEJARAH TEOLOGI   Oleh Noor Chozin Agham [1] Sudah terlalu banyak tokoh Islam terkemuka yang – ketika membahas prihal ketuhanan – berkesimpulan akhir, bahwa istilah teologi berasal dari Barat dan bahkan dari tetangga kita, Kristen. Padahal, kalau kita berkesempatan secara serius menelaah historiografi agama-agama besar di dunia, disertai dengan keseriusan mentarjih sejarah kehidupan (biografi) manusia-manusia hebat yang hidup ribuan tahun sebelum miladiyah, maka kesimpulan akhir tadi akan terlihat tidak bulat atau belum valid. Niat baik untuk memilah-milah ilmu – mana Tauhid – mana Ilmu Kalam, mana Ushuluddin dan mana Teologi – adalah niat yang   (menurut istilah ‘ulumul-Hadits) dha’if, gharib, maudhu’ dan atau palsu, frekuensi rasionalitasnya rendah, serendah-rendahnya. Oleh karena itu, ada baiknya kalau penulis mengajak warga Muhammadiyah khususnya dan umat Islam umumnya untuk siap grak; segera balik kanan , memunggungi natijah al-akhir tadi, lalu – bila p...